Peluang Bisnis Online Indonesia

Inilah 7 Hal yang Harus Dihindari Agar Blog Anda Menghasilkan

Apakah Anda tahu mengapa sebagian besar blog bisa gagal?

Fakir Trafik?

Bukan, penyebabnya bukan karena trafik yang sedikit. Bahkan blog yang telah memiliki trafik yang banyak pun bisa gagal.

Mengapa ini bisa terjadi?

Inilah 7 strategi yang tiap blog perlu ikuti agar bisa sukses. Kabar baiknya adalah, jika tujuan Anda adalah untuk membuat media properti seperti Huffington Post dan Anda memasang iklan, maka Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan 7 strategi ini. Anda hanya perlu fokus menghasilkan konten yang berkualitas.

Namun jika Anda ingin mengubah pengunjung menjadi pelanggan atau konsumen, Anda perlu menguasai strategi ini.

Inilah 7 alasan mengapa blog orang lain bisa gagal dan apa yang harus dilakukan untuk menghindarinya:

Alasan #1: Tidak mengumpulkan email dari pengunjung

Anda bisa percaya atau tidak, RSS sudah mati. Saat ini RSS tidak populer lagi dan sudah ditinggalkan.

Media yang masih eksis yang digunakan hingga saat ini adalah email.

Mungkin sebagian besar orang, bahkan Anda, menganggap email sedang sekarat, namun faktanya tidaklah demikian. Email masih digunakan sebagai media komunikasi antar individu juga dalam kelompok atau perusahaan.

Jika Anda tidak mengumpulkan email dari pembaca blog Anda, Anda tidak bisa memanggil mereka untuk kembali membaca blog Anda.

Bagaimana cara mengumpulkan email?

Cara termudah adalah dengan memberikan penawaran ebook gratis atau PDF dengan konten yang berharga atau bermanfaat bagi pembaca.

Setelah mengumpulkan email dari pembaca blog, Anda bisa mengirimkan email setap kali memiliki post atau artikel baru, di mana hal ini bisa membantu Anda untuk meningkatkan trafik untuk jangka waktu yang lama.

PLUS…

Jika Anda punya sesuatu yang yang bisa Anda jual, Anda bisa mengirimkan penawaran ini kepada pembaca blog, yang bisa disebut dengan subscriber, melalui email.

Hal ini bisa meningkatkan nilai konversi dibandingkan dengan menuliskan post atau artikel baru mengenai penawaran Anda.

Alasan #2: Tidak memiliki komunitas

Banyak pemilik blog, mungkin juga Anda, yang sebal ketika tidak seorang pun yang meninggalkan komentar pada blog atau artikel yang telah dibuat.

Banyak yang menginginkan komentar atau tanggapan, tapi sangat sedikit yang benar-benar mendapatkannya.

Mengapa blog bisa tidak mendapatkan komentar? Alasannya adalah konten tersebut tidak cukup untuk mengajak atau memancing orang lain untuk berpartisipasi.

Konten bisa saja luar biasa, namun sayangnya tidak cukup untuk mengajak atau memancing orang lain untuk berpartisipasi.

Jika Anda tidak bisa menemukan cara bagaimana komunitas Anda terlibat dengan Anda, Anda tidak bisa membangun relasi dengan pembaca.

Dan jika Anda tidak bisa membangun relasi yang kuat, maka sulit bagi Anda untuk bisa membuat pembaca membeli sesuatu dari Anda.

Coba Anda bayangkan…

Manakah yang lebih masuk akal, beli dari orang yang telah dikenal dan dipercaya atau dari orang asing?

Sebagian besar orang, juga Anda, tentu lebih memilih membeli dari orang yang telah Anda kenal bukan?!

Jika saat ini Anda belum membangun komunitas, segeralah membangunnya. Salah sau caranya dalah dengan meminta komentar atau libatkan pembaca untuk berdiskusi melalui komentar.

Alasan #3: Tidak punya personality

Setiap blog perlu memiliki personality. Jika Anda membangun blog baru, personality menjadi hal yang penting.

Ironisnya, blog yang memiliki trafik yang super besar, namun tidak bisa mengubah pengunjung menjadi konsumen dibandingkan blog yang memiliki trafik yang lebih kecil.

Mengapa?

Blog tersebut tidak memiliki personality yang kuat.

Bukanlah alasan jika blog dengan beberapa penulis untuk tidak memiliki personality. SEtiap post atau artikel wajib memiliki personality.

Jangan takut atau ragu untuk memberikan personality di dalam tulisan Anda. Hal ini justru membuat tulisan Anda tampil beda dan membuatnya lebih mudah untuk dibaca.

Jika blog Anda ditulis oleh beberapa orang, pastika Anda mambuat panduan yang bisa membantu personality mereka muncul dari tulisan mereka.

Alasan #4: Tidak konsisten

Blog bukanlah perlombaan singkat atau lari jarak pendek, blog adalah lari maraton!

Sebagian besar blogger semangat di beberapa bulan pertama, namun menjadi malas dan berhenti perlahan untuk menulis.

Dan saat merasa suka lagi, mereka mulai blogging kembali.

Tentu saja hal ini tidak membuat blog yang berhasil karena pembaca tidak bisa tahu apa yang bisa diharapkan dari Anda.

Lebih parahnya lagi…

Masalah inkonsistensi tidak berhenti di sini. Ini juga terjadi pada kualitas tulisan Anda. Anda bisa menghasilkan satu atau dua tulisan yang luar biasa, namun tidak melakukannya secara terus-menerus.

Menghasilkan konten yang berkualitas adalah satu kunci penting agar bisa berhasil di dalam bisnis blog.

Anda bisa mulai dengan mempelajari dan menganalisa apa yang pembaca Anda sukai. Hasilkan lebih banyak dengan hal yang mereka sukai dan kurangi hal yang tidak mereka sukai.

Apapun yang terjadi, selalu konsisten dengan jadwal publikasi dan konten yang berkualitas.

Alasan #5: Selalu memberikan apapun secara gratis

Hal yang sulit untuk mengubah mengunjung menjadi pembeli jika Anda tidak melatih pengunjung Anda untuk membeli.

Jika pembaca terlalu sering mendapatkan semuanya secara gratis, dan ketika Anda mulai menjual sesuatu kepada mereka, bisanya mereka enggan beli. Bahkan bisa saja mereka menulis email dan minta barang yang Anda jual untuk dibagikan secara gratis.

Anda tidak harus menjual barang atau jasa untuk melatih pembaca untuk beli. Anda hanya perlu melatih mereka untuk tidak selalu mengharapkan semuanya bisa diperoleh secara gratis.

Bagaimana caranya?

Melatih pembaca untuk mengambil tindakan adalah langkah penting untuk meningkatkan nilai konversi Anda.

Alasan #6: Anggapan bahwa blog hanya hobi BUKAN bisnis

Ketika Anda sakit, masihkah Anda menulis blog? Sebagian besar jawabannya adalah… tidak.

Mengapa?

Karena Anda memandang blogging hanyalah sebagai hobi BUKAN bisnis

Lain halnya jika blogging dipandang sebagai bisnis. Anda bisa rela menulis walaupun sakit atau dalam keadaan tidak “pas” sekalipun 🙂

Ketika Anda memperlakukan blogging sebagai bisnis, Anda tidak mengevaluasi Anda berdasarkan berapa komen postitif yang Anda dapatkan atau berapa besar trafik yang diterima.

Anda mempunyai ukuran yang lebih penting. Misalnya, tipe konten yang paling menghasilkan konversi. Atau bagaimana Anda secara konsisten bisa mengatasi kompetitor Anda.

Dengan menjalankan blogging secara serius, Anda akan memberikan prioritas yang layak.

Alasan #7: Tidak jatuh cinta pada blog sendiri

Jika Anda tidak cinta dengan apa yang Anda tulias dan mempercayainya, ini akan menunjukkan kualitas konten Anda sendiri.

Untuk menghasilkan konten yang berkualitas, Anda harus menikmati apa yang Anda tulis.

Apa pun yang Anda tulis dalam blog, pastikan Anda mencintainya. Jika Anda bisa mengkombinasikan bisnis dengan passion Anda, Anda akan memberikan lebih banyak waktu, kerja keras, dan akan lebih dekat dengan kesuksesan.

Kesimpulan

Jika Anda masih gagal dalam bisnis blogging karena masih melakukan kesalahan satu atau lebih dari alasan di atas, jangan khawair atau patah semangat.

Kabar baiknya adalah… Anda masih bisa memperbaikinya.

Mungkin bukan perkara yang mudah, dan perlu waktu, namun sangat mungkin dilakukan.

Blogging adalah kanal yang luar biasa untuk bisnis Anda, dan blog bisa menghasilkan banyak revenu bagi Anda.

Namun untuk membuatnya berhasil, Anda perlu menghindari 7 kesalahan seperti yang dijelaskan di atas.

Jika tidak, tidak masalah. Anda masih tetap bisa blogging, TAPI jangan terlalu banyak berharap untuk menciptakan banyak uang dari blog Anda.

Jadi, menurut Anda, mengapa sebagian besar blogger bisa gagal?

Special Bonus: WOW... Rahasia Terbesar Passive Income Dari Seorang Super Blogger TERBONGKAR!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Blog Marketing

Go to Top